Artikel Scroll

Arbi Sanit: Rhoma Itu Pemimpin Dangdut, Bukan Pemimpin Politik

Pengamat politik Universitas Indonesia Arbi Sanit mengatakan, peluang Rhoma Irama pada Pemilihan Presiden 2014 sangat kecil. Menurutnya, popularitas Rhoma hanya sebagai penyanyi dangdut, bukan politisi. Menurut Arbi, rendahnya elektabilitas dan popularitas Rhoma sebagai calon presiden tergambar dari hasil sejumlah lembaga survei.

"Apa alasannya orang milih dia (Rhoma) kecuali dia artis. Orang-orang itu saja yang milih dia. Ya pasti enggak akan menang," kata Arbi, saat dijumpai di Cikini, Jakarta, Sabtu (14/12/2013).

Dalam dunia musik, kata Arbi, Rhoma bisa saja mengklaim diri sebagai raja dangdut. Namun, di dunia politik, menurutnya, Rhoma hanya beruntung karena memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh atau pimpinan partai sehingga dapat berinteraksi dengan masyarakat pada skala yang lebih besar.

"Pemimpin dangdut bukan pemimpin politik. Dia (Rhoma) tidak mampu mengurusi negara," kata Arbi.

Seperti diketahui, Rhoma berkeinginan maju sebagai calon presiden. Ia pun tak main-main. Pada Sabtu (14/12/2013) ini, Rhoma meresmikan Posko Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri) di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Peresmian itu dihadiri Ketua Umum DPP PKB yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri PDT Helmy Faizal, ratusan orang dari kalangan ulama, kader PKB, dan Komunitas Fans Rhoma dan Soneta (Forsa).

Dalam pidatonya, Rhoma bercerita bagaimana ia bisa maju sebagai capres. Menurutnya, ia sudah diminta menjadi capres sebelum Pemilu 2004, dan "dilamar" sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2009. Namun, Rhoma mengaku menolak semua tawaran itu karena belum berkeinginan maju ke panggung politik nasional. 

Kemudian, kata Rhoma, ia kembali diminta menjadi capres tahun 2011 oleh sekelompok orang yang menamakan diri Tim 9. Kali ini, tanpa diberi waktu berpikir, Rhoma dipaksa untuk menerima.

Rhoma menjelaskan, ia mau maju dalam pemilihan presiden karena menilai, kondisi Indonesia semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila. Indikatornya, kata dia, setiap hari ada berita konflik horizontal, saling hujat antar-elite, kriminalitas, serta korupsi. Setelah mendeklarasikan diri sebagai capres, lanjutnya, dukungan dari berbagai kalangan semakin bertambah. Akhirnya, kata dia, Muhaimin mendatanginya pada 2 Maret 2013. Muhaimin menyatakan PKB akan mendukung jika Rhoma ingin maju sebagai bakal calon presiden.

Read 704 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Nasional

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Live TV Madu FM


Live Radio Madu FM


Who's Online

We have 88 guests and no members online

Get connected with Us

Crew Radio